
Satu lagi tempat yang baru aku kunjungi setelah lama ga refreshing. Padahal udah lama ingin melihat indahnya tempat ini. Awalnya saya mendapat pesan singkat (sms) dari teman saya, mba Atie namanya. Dia mengajak saya main ke Curug Cipendok. Sebelumnya saya belum pernah ke tempat ini. Karena rasa penasaran saya, saya ikut.
Bersama dua teman lainnya kami menuju curug yang ada di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas ini dengan berboncengan sepeda motor. Hawa disekitar jalan menuju curug ini sangat sejuk dan melewati perkebunan. Pemandangan sungguh hijau dan indah, sungguh menyegarkan mata kami. Lokasi air terjun (curug) ini mudah untuk dicapai. Jalan menuju lokasi juga sudah diaspal semua. Sampai di lokasi parkir, saat turun dari sepeda motor sungguh semua terlihat indah pemandangannya.
Di jalan menuju lokasi banyak dijajagan berbagai makanan seperti snack, air minum, mendoan atau susu murni yang bisa ditemukan dirumah rumah penduduk.
Sampai pula di curug ini dengan perasaan puas. Benar benar indah, besar air terjunnya.. dan satu kalimat yang saya ucap adalah ” Subahanalloh…” benar benar lukisan nyata dari Alloh Yang Maha Pencipta.
Sungguh indah karyaNya . . .menakjubkan.
Informasi yang perlu teman-teman tahu apabila ingin berkunjung ke curug ini adalah membawa payung, jas hujan atau minimal pakaian ganti. Kenapa demikian ?
Ini karena Curug Cipendok merupakan air terjun yang mempunyai ketinggian kira2 100 meter sehingga titik-titik air membasahi sekitarnya. Curug cipendok terlihat benar-benar alami dan indah.
Apabila teman-teman ingin mengabadikannya, bawalah kamera atau handycam supaya kenangan anda bermain2 disini dapat dilihat saat anda kembali.
Air yang mengalir kearah sungai terasa sejuk dan dingin. Anda dapat memuaskan diri dengan mandi di sungai bawah air terjun. Yang penting anda selalu berhati-hati.
Saat saya menikmati air sungai disana, sungguh kesejukan tidak hanya di kaki dan tangan sya, tetapi seperti membawa kesejukan di hati saya pula. Sehingga tepat dikatakan sebagai pelepas penat saya.
Setelah dari air terjun ini, di sekitarnya terdapat Telaga Pucung yang ternyata disana terdapat beberapa bangunan yang memang dibangun sebagai Kampung Panginyongan. Namun sayangnya beberapa bangunan ini tidak dihuni oleh masyarakat setempat. Mungkin hanya dibagun sebagai tempat wisata saja. Namun apabila dibiarkan begitu saja tanpa dihuni malah bisa cepat rapuh.
Telaga yang disana juga terlihat indah, namun seperti kolam biasa. Tapi pemandangan disekitarnya sungguh bisa untuk dipandangi sambil duduk santai bersama teman-teman.
Sepulang dari Curug dan Telaga itu sungguh kesejukan yang saya dapat. Tidak sia-sia saya kesana, dan suatu saat saya ingin kesana untuk melihatnya lagi . . .